Cryptocurrency: tambang emas atau kasino?

Cryptocurrency: Tambang Emas atau Kasino?
Cryptocurrency akhir-akhir ini semakin populer, terutama di Indonesia. Hal ini berdasarkan laporan We Are Social dan Hootsuite yang menempatkan Indonesia pada peringkat keenam sebagai negara dengan cryptocurrency terbesar di dunia. Pada Januari 2023, 20,1% pengguna internet berusia 16 hingga 24 tahun memiliki mata uang kripto (Annur, 2023). Oleh karena itu, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap cryptocurrency perlu ditingkatkan.

Apa itu mata uang kripto?

Jadi apa yang dimaksud dengan mata uang kripto? Cryptocurrency umumnya adalah mata uang digital. Seperti mata uang lainnya, tujuan utama cryptocurrency adalah sebagai alat perdagangan/medium pertukaran transaksi yang terjadi secara online. Mata uang digital ini dilindungi oleh berbagai algoritma dan enkripsi berdasarkan teknologi blockchain. Mata uang kripto ini terdesentralisasi. Artinya, Anda dapat menggunakannya di negara mana pun dan di platform apa pun selama Anda terhubung dengan jaringan internet. Hal ini membuatnya lebih mudah digunakan oleh orang-orang dari latar belakang dan usia yang berbeda. Contoh mata uang kripto yang paling terkenal adalah Bitcoin dan ETH/Ethereum. Saat artikel ini ditulis, 1 Bitcoin setara dengan Rp 1.025.849.231 dan 1 ETH setara dengan Rp 51.121.440.

Sebelum membahas cryptocurrency lebih detail, kita perlu mengetahui cara kerja teknologi blockchain. Seperti namanya, blockchain adalah rangkaian blok dalam buku besar online. Setiap blok berisi transaksi terverifikasi di setiap jaringan. Di bawah ini adalah gambar dari situs Departemen Keuangan yang menjelaskan cara kerja blockchain.
Apa kelebihan dan kekurangan mata uang kripto?

Seperti yang dijelaskan di atas, mata uang kripto bersifat terdesentralisasi, artinya dapat digunakan di mana saja, kapan saja, tanpa batasan negara atau birokrasi. Selain itu, mata uang kripto lebih tahan terhadap inflasi mata uang karena pasokannya yang terbatas. Menurut situs Allianz, jumlah Bitcoin di dunia tidak melebihi 21 juta. Kemudian berkat teknologi blockchain, identitas pelaku transaksi mata uang kripto terlindungi dari pencuri. Selain itu, transaksi yang terjadi transparan, cepat dan praktis. Keempat faktor ini membuat perdagangan dan investasi mata uang kripto menarik bagi komunitas global.

Namun, mata uang ini pasti memiliki kekurangan. Pertama, menurut OJK, nilai mata uang kripto berfluktuasi dan tidak bisa dikendalikan. Kenaikan dan penurunan nilai cryptocurrency dapat berubah sewaktu-waktu tanpa alasan yang jelas. Hal ini menimbulkan risiko yang sangat besar ketika berinvestasi dan akan terasa seperti berjudi jika tidak menggunakan teknik yang tepat. Warren Buffett, salah satu investor terbesar di dunia, menyebut cryptocurrency sebagai "token perjudian" berdasarkan wawancara dengan Squawk Box CNBC.

“Hal-hal seperti Bitcoin adalah token perjudian dan tidak memiliki nilai intrinsik, namun hal itu tidak menghentikan orang untuk ingin bermain roulette,” kata Buffett. Wakil Ketua Berkshire Charlie Munger juga tidak setuju dengan penggunaan mata uang kripto. Dia juga menyebut cryptocurrency sebagai “pertaruhan yang gila dan bodoh.” Fluktuasi nilai yang tidak jelas menjadi salah satu faktor munculnya opini negatif terhadap mata uang kripto.

Kedua, ini terdesentralisasi dan siapa pun dapat menggunakannya. Hal ini akan menjadi tren di masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Fear of missing out on moment atau ketakutan akan kehilangan momen (FOMO) akan mendorong banyak anak muda untuk mencoba cryptocurrency. Tanpa pengetahuan mendalam tentang pasar, trading, atau investasi, kemungkinan terjadinya kerugian sangat tinggi. Hal ini, ditambah dengan kepribadian anak kecil yang mudah berubah, dapat menyebabkan depresi, perasaan putus asa, dan bahkan bunuh diri.

Contoh yang representatif adalah pembunuhan seorang mahasiswa Indonesia pada tanggal 2 Agustus 2023. Berdasarkan laporan dari situs CNBC, polisi menjelaskan bahwa pelaku mencoba mencuri barang milik korban karena terlilit hutang setelah mengalami kerugian besar dalam mata uang kripto. Pelaku berusia 23 tahun dan korban berusia 19 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa berinvestasi pada mata uang kripto dengan basis pengetahuan yang rendah bisa berisiko.

Ketiga, penggunaan teknologi blockchain untuk melindungi identitas subjek transaksi justru kontraproduktif. Karena cryptocurrency tidak menggunakan identitas asli, mereka rentan terhadap transaksi pasar gelap. Salah satunya adalah Silk Road, situs pasar gelap yang menjual barang ilegal menggunakan cryptocurrency. Teknologi Blockchain menjaga kerahasiaan pembeli dan penjual sehingga membuat transaksi tersebut sulit dilacak. Tidak seperti mata uang lainnya, pergerakannya mudah dilacak. Akibatnya, tidak hanya barang-barang ilegal seperti narkoba, senjata api, dan senjata api, tetapi juga konten-konten negatif dapat dengan mudah menyebar di masyarakat. Meski Jalur Sutra akhirnya diberantas, tentu masih banyak situs pasar gelap yang beroperasi.

Siapa yang tidak mengetahui yang namanya slot gacor HAHA388,sebenarnya semua orang sudah mengetahuinya karena nama slot gacor HAHA388 merupakan kata kunci dalam judi online terpopuler saat ini.situs slot gacor HAHA388 adalah situs judi slot online terkemuka indonesia yang berdiri sejak tahun 2019 dan saat ini telah menjadi salah satu pasar terbesar dari permainan slot itu sendiri.Bagi anda yang ingin bermain slot, admin kami sarankan untuk memilih daftar slot gacor resmi kami yang dapat memberikan jaminan 100% berupa fasilitas, kenyamanan, keamanan dan yang terpenting anda bersedia membayar berapapun nominal kemenangan anda.

Tinggalkan Balasan